Di balik suksesnya
album yang dikeluarkan VanaN'Ice yaitu Last Color ternyata banyak hal yang
terjadi di balik pembuatan PVnya. Apa sajakah itu? RnR please...
Holla... Ketemu
lagi dengan saya Sapphire NightSky!! Reader: Siapa ya?
Author karbitan
yang suka gaje kalo bikin fic! xD
Reader: Ooh..
Nggak kenal tuh.
Hweeee T,T tau ah.
#Pundung
Kali ini mau coba
bikin fic fandom vocaloid.
No Dress Anymore Please
Disclaimer : Vocaloid is not mine
Story by : Sapphire NightSky
Shion Kaito, Kamui Gakupo
& Kagamine Len
No Pair, Friendship
Warning : Bahasa sehari-hari (tidak sesuai EYD)
***Happy
Reading***
Kriiing!!!
Suara alarm jam
weker memecah kesunyian sebuah kamar berukuran tidak terlalu besar, berukan 5x5
m persegi di lantai dua sebuah rumah keluarga Kagamine. Seorang pemuda berambut
pirang yang acak-acakan menjulurkan tangannya, meraba meja kecil di samping
ranjang, dan dengan sigap mematikan jam weker tersebut. Tanpa beban ia
melanjutkan acara tidurnya. Entah berapa lama kemudian, ia kelabakan melihat
jam wekernya yang menunjukkan pukul 10.15 siang.
"Sial! Gue
telaaaaat!"
Teriaknya gaje
sambil meluncur keluar kamar menuju ke kamar mandi.
"Riiin!
Riiin! Bangun Rin! Temenin gue ke lokasi syuting dong!"
Sebelum ia sampai
ke kamar mandi, dengan tidak berperi kesaudaraan ia menggedor-gedor pintu kamar
milik saudarinya yang ada di sebelah kamarnya.
"Berisik
banget sih Len! Gue udah bangun dari tadi tau. Nagapain juga gue musti nemenin
loe? Yang syuting kan loe bukan gue. Lagian loe nggak ada sopan-sopannya banget
sih sama kakak sendiri."
Sahut Rin dari
dalam kamar yang sedang duduk di depan meja rias sambil meng-hairdryer
rambutnya yang sudah setengah kering.
"Sorry deh,
Sorry. Please temenin gue ya Nee-chan."
Pinta Len dengan
suara yang dilembutkan dan manggil Rin dengan embel-embel Nee-chan.
"Nggak
mau."
Tapi Rin masih
tetap menolak.
“Hwaaaa!!!
Nee-chan jahat.”
Sahut Len dengan
manja.
"Iya iya adek
gue yang paling manis. Emang loe udah mandi?"
Kesenangan Len
saat akhirnya Rin mau menemaninya pudar karena ada hal yang dilupannya.
"Busyyeett!
Gue lupa kalo gue mau mandi!"
***Skip Time***
"Cepetan Rin!
Gue udah telat."
Rin yang sedang
menikmati makanannya terganggu oleh Len yang terburu-buru untuk segera berangkat.
"Loe nggak
makan dulu?"
Tanya Rin yang
sedikit (sedikitnya pake banget) khawatir kepada adiknya.
"Nggak ah.
Kasian temen-temen pasti udah pada nungguin gue di lokasi."
Sahut Len yang
kini sudah mandi dan baunya wangi. Tidak lupa dia membawa ransel berisi gitar
miliknya sebagi keperluan.
"Oh. Ya udah
kalo gitu. Lagian acara apaan sih pake bawa-bawa gitar segala?"
Tanya Rin yang
penasaran akan kesibukan Len. Padahal ini adalah hari Minggu yang harusnya
mereka habiskan di rumah atupun dengan refresing.
"Acara
pemotretan sama syuting pembuatan PV Haitoku no Kioku -The Lost Memory-nya
VanaN'Ice. Kan kemarin-kemarin gue udah pernah cerita ke loe Rin."
Jelas Len singkat
padat jelas.
"Oh iya gue
lupa."
Ditanggapi dengan
ber-oh ria oleh Rin.
"Udah deh,
ayo berangkat!"
Mereka berdua pun
berangkat ke lokasi dengan menaiki mobil, diantar oleh sopir keluarga Kagamine.
***Sapphire
NightSky***
Di lokasi tempat
Len akan melakukan syuting, para kru dan yang lainnya tak terkecuali Kaito dan
Gakupo sudah siap dengan kostum mereka masing-masing. Tinggal menunggu Len saja
yang belum menampakkan batang hidungnya.
"Siang
semuanya. Maaf, maaf banget karena saya sudah telat."
Akhirnya Len tiba dengan
ngos-ngosan di lokasi bersama Rin yang menemaninya.
"Dari mana
aja sih Len? Kami udah lumutan gara-gara nungguin loe."
Tanya Kaito dengan
agak sinis.
"Maaf! Maaf!
Maaf! Tadi gue bangun kesiangan."
Jawab Len tidak
kalah sinis.
"Udahlah
Kyte. Len, mendingan loe cepetan ganti kostum."
Gakupo menetralkan
keadaan, ditanggapi senyum lebar oleh Len dan juga ditanggapi dengan wajah
datar tanpa ekspresi dari Kaito.
"Ok. Tapi
ngomong-ngomong gue pake kostum apa?"
Tanya Len sangat
penasaran karena ia punya firasat buruk tentang hal ini.
"Len! Ini
kostum loe. Cepetan ganti sana." Meiko selaku kru penata busana dan make
up artis tiba-tiba muncul memberikan kostum kepada Len.
JGDEER!!
Ternyata firasat
buruk Len terbukti dengan hal ini.
"Owh... No
dress anymore please." Len putus asa dengan nasibnya. Kenapa setiap
pembuat PV VanaN'Ice ia harus selalu memakai dress.
"Oh iya Len,
hampir aja gue lupa. Jangan lupa pakai ini."
Len yang memasuki
ruang ganti dipanggil Meiko yang memberikan sebuah bra (BRA saudara-saudara!)
berwarna hitam dengan ukuran cup yang tidak terlalu besar. Len hanya bisa
melongo melihat benda tersebut.
"Ha-harus
pake ini beneran?"
Tanya Len
memastikan apakah Meiko ini sedang melakukan lelucon atau tidak.
"Ya iyalah
Len. Ini perintah sutradara."
Sahut Meiko dengan
wajah serius. Lagi-lagi Len hanya bisa pasrah.
Di ruang ganti,
Len sedang susah payah memakai dress-nya dengan benar.
Sedangkan Rin
sedang duduk di pojok ruangan sambil mendengarkan lagu dari earphone miliknya.
"Rin! Bantuin
gue make nih gaun dong! Susah banget nih."
Pinta Len yang
sudah frustasi menghadapi pakaian perempuan yang harus ia pakai. Rin yang
sedang asyik mau tidak mau harus membantu adiknya. Saat ia melihat kondisi Len,
Rin tidak bisa untuk tidak tertawa. Lihat saja Len yang telanjang ada dengan
bra hitam yang tidak terpasang dengan benar.
"Sumpah Len!
Loe imut banget kayak anak cewek yang lagi main bra milik mamanya."
"Udah deh
nggak usah komentar."
"Begini lho
adekku sayang cara memakai bra yang bener. Begini, begini, terus kaitkan di
belakang kayak gini. Hmm… Tapi mendingan gini."
Rin membantu Len
memakai bra dan juga menyumpalkan banyak remasan kertas tissu ke dalam cup agar
terlihat padat. Len dengan segera memakai atasan dress-nya.
"Gimana Len?
Udah loe pake kan dress-nya? Kalo udah sini gue make up loe."
Tanya Meiko yang
memasuki ruang ganti.
"Siap
kakak."
Sahut Rin dengan
antusias. Biarpun Len itu kembarannya, tapi ia penasaran bagaimana penampilan
Len jika di-make over menjadi penampilan cewek. Apakah Len bisa lebih cantik
daripada Rin? Tanya Rin dalam hati.
***Sapphire
NightSky***
"Oke
semuanya, gue harus mulai dari mana?"
Len yang baru
keluar dari ruang ganti menjadi pusat perhatian seluruh kru. Len kelihatan
sangat sangat sangat imut memakai dress berwarna putih namun penuh nuansa
gothic. Atasannya transparan dengan model bahu yang terbuka dan pita yang
terhubung ke belakang leharnya, bunga mawar merah di bagian dada, lengan yang
panjang dengan aksen pita hitam dan bunga mawar merah, dan bagian depan yang
terbelah dari bagian dada sampai ujung membuat Len perut Len terekspose,
bawahan berupa rok mini di bagian depat dan bagian belakang menjuntai, serta
stoking panjang sebatas paha membuat Len terlihat sangat seksi. Jangan lupakan
rambut pirangnya yang biasa diikat ekor kuda, tapi sekarang Meiko menghiasnya
dengan pita hitam besar yang dibuat simpul kupu-kupu di ikatan rambut Len, dan
juga make up tipis di wajah Len yang membuatnya mengeluarkan aura cantik yang
natural. Kaito yang sedang meminum softdrink sangat tidak percaya melihat
penampilan Len dan memuncratkan minumannya dari hidung.
“Astaga!”
Hanya itu komentar
yang keluar dari mulutnya. Sedangkan Gakupo yang sedang berbicara dengan
sutradara, perhatiannya teralihkan oleh Len. Darah mengucur dari hidungnya. Ia
mimisan secara tidak terkendali. Di tengah suasana kekaguman kru pada Len, Rin
cuma bisa pundung di pojokan karena ternyata Len lebih cantik berkali lipat
jika melakukan crossdress. Tapi ia masih bersyukur karena Len terlahir sebagai
laki-laki dan ini hanya untuk keperluan pembuatan PV saja.
"Len! Sumpah
deh ini kostum paling parah daripada yang sebelum-sebelumnya. Loe kelihatan
seksi banget Len."
Komentar dari
Kaito membuat Len malu setengah mati dengan wajah yang memerah seperti kepiting
rebus.
"Udah deh
nggak usah pada komentar aneh-aneh. Lagian siapa sih sutradara PV ini? Nggak
ada kostum lain yang lebih tertutup apa?"
Tanya Len penuh
emosi.
"Aku
sutradaranya Len, dan aku juga yang merancang kostum itu. Lagipula kamu
kelihatan menakjubkan kok. Kamu tidak menyukainya?"
Ternyata Hatsune
Miku adalah sutradara dan perancang kostumnya. Dia menjawab pertanyaan Len
dengan senyum di wajahnya.
"O-oh,
ternyata Miku sutradara dan perancang kostumnya. A-aku suka kok. He he
he."
Tanggap Len dengan
tawa garing karena ternyata dalang dibalik semua ini adalah orang yang
disukainya sendiri.
"Syukurlah.
Ayo semuanya, kita segera mulai dan selesaikan semua ini."
Miku memimpin
jalannya pembuatan PV.
***Sapphire
NightSky***
"Take satu,
adegan nomor 10. Action."
Nureta kami wo hodoki
Kawashita kuchidzuke no ato
Musik mulai
berjalan. Adegan dimulai dengan Kaito dan Len yang saling diam menatap dengan
kedua tangan Len membingkai wajah Kaito dan tangan kiri Kaito memegang pundak
kanan Len sedangkan Tangan kirinya berada di atas dada kiri Len. Tanpa
sepengetahuan kru yang lain, terjadi perbincangan diantara mereka.
"Ini bra loe
isi pake apaan sih Len? Nggak enak banget kalo diremes."
Tanya Kaito yang
mulai keluar sifat pervert dan shotacon-nya.
"Itu tissu,
Rin yang nyumpelin tuh tissu di dalem bra gue."
Sahut Len agak
risih.
"Gue bingung,
kalo emang hampir semua lagunya VanaN'Ice ceritanya tentang cinta segitiga
antara dua cowok dan satu cewek, kenapa produsernya nggak ngajakin Rin aja? Kan
kalo ada pose kayak gini gue bisa remes-remes dada Rin."
JDUAAGG!!!
Imajinasi pervert
Kaito berakhir dengan bogem mentah dari Len.
"Dasar
pervert! Lolicon! Asal loe tau aja, gue nggak bakal ngebiarin Rin deket-deket
sama loe!"
Caki maki Len ke
Kaito.
"Cut! Cut!
Cut! Kaito! Len! Serius dong kalo lagi take gambar! Ulangi lagi!"
Miku yang biasanya
ramah dan murah senyum pun bisa keluar sifat yanderenya apabila menyangkut
masalah seperti ini, membuat Len berpikir ulang untuk menyukai Miku.
"Maaf."
Sahut Len dan Kaito bersamaan.
***Sapphire
NightSky***
"Take dua,
adegan nomor sepuluh. Action."
Adegan kembali
diulang seperti sebelumnya.
"Len?"
"Apaan?"
"Perut loe
ramping banget."
Kaito mulai
menggoda Len.
"Itu karena
gue belum makan sejak pagi!"
Len cuma bisa
memutar bola matanya, bosan digoda oleh shotacon pervert semacam Kaito.
"Cut! Good
job boys. Len, Gakupo, siap-siap buat take berikutnya."
Pengambilan gambar
adegan tersebut akhirnya selesai dan mereka akan melanjutkan ke adegan
berikutnya.
"Take lima,
adegan nomor sebelas. Action."
Zankoku ni mukuchi na
Anata no hitomi no oku ni
Lirik lagu yang
dinyanyikan oleh Gakupo berjalan dan pengambilan gambar dimulai. Kali ini scent
antara Gakupo dan Len. Mereka berpose saling diam dan menatap. Posisi tangan
kiri Len dan tangan kanan Gakupo saling bertautan. Sedangkan tangan mereka yang
lain saling memegang pipi lawan main masing-masing.
"Len, loe
kelihatan cantik banget."
Pujian atau
mungkin saja ejekan dari Gakupo membuat Len blushing. Len berusaha sekuat
tenaga untuk tetap fokus agar adegan mereka cepat selesai.
"Cut! Oke
kerja bagus boys. Kita istirahat dulu 15 menit. Habis itu lanjut giliran
Len."
Miku
menginstruksikan kru yang lain dan mendapat respon senang dari yang lain karena
akhirnya bisa beristirahat.
"Hweeee!
Riiin! Loe tukeran ama gue ya. Please please please."
Len langsung
menghampiri Rin dan tiba-tiba memohon-mohon tidak jelas.
"Hah?"
"Gue tersiksa
Rin! Kenapa nggak loe aja yang diajak gabung di VanaN'Ice? Kan cocok soalnya
hampir semua lagu-lagunya itu tentang cinta segitiga. Kalo mereka ngajak loe
kan jadinya cocok."
Gerutu Len
dihadapan kakak kembarnya.
"Len, mereka
milih loe itu karena loe punya kelebihan yang nggak gue miliki. Lihat aja, loe
jago main gitar sedangkan gue enggak. Itu sebabnya mereka jadiin loe sebagai
Lead Guitar di VanaN'Ice. Soal loe yang akhirnya jadi crossdresser sih loe
jalanin aja dulu. Loe harus tetep semangat pokoknya."
Rin kali ini bijak
menanggapi sifat kenak-kanakan adik kembarnya yang sedang kumat.
"Bener juga
ya. Rin, loe emang kakak gue yang paling imut, cantik dan baik. Pokoknya gue
sayang sama loe!"
Len yang sudah
menyadari perannya sangat bersyukur punya saudara kembar Rin. Ia dengan gembira
memeluk Rin dengan erat.
"Cieee yang
lagi meragain adegan twincest. Mau dong dipeluk sama Len yang tsundere."
Kaito secara
sarkastis tiba-tiba muncul, membuat acara berpelukan saudara kembar ini
berakhir.
"Jangan asal
ngomong deh loe. Dasar pervert, shotacon. Ngapain sih pake kesini segala?"
Tanya Len tidak
kalah sarkastiknya.
"Giliran loe
take gambar tuh. Cepetan sana."
Jawab Kaito dengan
sok cool, jaga image karena ada Rin disitu.
"Serius?"
"Malah nggak
percaya."
"Oke gue take
gambar dulu. Rin hati-hati, jaga jarak sama Kaito. Kaito, loe jangan coba-coba
deketin kakak kembar gue."
Perintah Len pada
mereka berdua dan berlari ke tempat pengambilan gambar.
"Emang
kenapa? Loe cemburu?"
Sahut Kaito
mencoba mengonfrontasi Len. Membuat Len yang sedang berlari secepat kilat menghentikan
langkahnya dan berbalik mehadapi Kaito.
"Enak aja!
Itu karena loe itu pervert! Ayo Rin, loe ikut gue aja."
Akhirnya Len
berlalu dengan menggandeng Rin agar menjauh dari Kaito. Kaito berjalan dengan
cool mengikuti mereka.
***Sapphire NightSky***
"Take satu,
adegan nomor dua belas. Action!"
Nando demo anata no namae
yobu kara
Omoidashite hoshikute koe
karete mo
Diiringi musik
dengan lirik yang dinyanyikannya sendiri, kali ini rambut pirang Len dibiarkan
tidak terikat. Disertai efek darah yang keluar dari mata kiri dan bibir sebelah
kirinya. Membuat Len seolah sedang bernyanyi untuk mencapai sesuatu dan
terlihat sangat menyedihkan.
"Cut! Len,
penampilanmu bagus banget! Aku sampai terbawa suasana saat kamu bernyanyi
dengan dramatis."
Sutradara yang
tidak lain adalah Miku sangat senang dengan penampilan Len, langsung
menghampiri Len dan memeluknya, lalu memberikan hadiah ciuman pada Len. Membuat
Len blushing karena dipeluk dan dicium oleh orang yang disukainya.
"Arigatou
Miku-chan."
Jawab Len gugup.
"YEEE!!"
Sorak sorai
terdengar dari para kru yang lain. Mereka yang ada di lokasi itu secara
serentak berpelukan. Mengekspresikan rasa bahagia mereka termasuk Kaito,
Gakupo, Rin dan Meiko.
***Skip Time***
Setelah acara
syuting dan pemotretan yang melelahkan akhirnya proses pembuatan PV selesai
juga. Len bisa bernapas lega karena akhirnya pembuatan PV Haitoku no Kioku-The
Lost Memory- akhirnya berakhir, dan dengan ini juga pertanda bahwa dia tidak
perlu memakai gaun-gaun perempuan yang merepotkan itu.
"Len, gue
punya sesuatu buat loe."
Di tengah-tengah
kegaduhan para kru yang membereskan peralatan, Kaito menghampiri Len dan
memberikan sebuat kotak yang cukup besar berwarna biru.
"Apaan
nih?"
Len yang penasaran
menerima dan mengoco-ngocok isi kotak tersebut. Waspada jika isi kotak itu
adalah hal 'berbahaya' baginya.
"Lama banget
sih. Langsung dibuka aja ngpain repot."
Sahut Kaito.
Len dengan gerakan
slow motion membuka kotak tersebut, dan gubrak! Len sweetdrop dengan tidak
elitnya karena melihat apa isi kotak tersebut. Bagaimana tidak, Kaito
memberikan sebuah gaun pengantin berwarna putih dengan hiasan blink-blink ala
Syahrini.
"Buat apaan
sih loe ngasih gaun pengantin ke gue! Siapa yang mau nikah emangnya?"
Tanya Len dengan
emosi yang meluap-luap.
"Loe sama
gue."
Jawab Kaito
sekenanya.
"Aaaaarkh! NO
DRESS ANYMORE PLEASE!"
***The End***
Itu dia fic
vocaloid pertamaku. Entah readers pada suka atau nggak yang penting aku bikin
ini buat diriku sendiri yang lagi demen banget sama vocaloid, khususnya yang
tergabung dalam VanaN'Ice yaitu Shion Kaito, Kamui Gakupo dan Kagamine Len
terutama sama PV Haitoku no Kioku-The Lost Memory- atau yang translate
inggrisnya The Immoral Memory-The Lost Memory- secara Len kelihatan pantes
banget pake macem-macem dress, contohnya di PV Imitation Black, Fate:Rebirth
dan Haitoku no Kioku-The Lost Memory- itu sendiri. xD
Buat yang
penasaran sama PV hasil syuting tadi #halaaah :3 bisa dilihat disini:
Review dari
readers sangat saya nantikan.
***Sapphire
NightSky***
***Epilogue***
Kebetulan nih, para anggota VanaN'Ice ada di TKP sama Sapphire~
Sapphire akan mewawancarai anggota dari VanaN'Ice, simak ya.........
Note: Percakapan di bawah adalah percakapan buatan Sapphire, jadi ini Cuma
karangan semata. #peace
Sapphire: Halooo semua!!!
Len, Gakupo & Kaito: Halo!
Sapphire: Sapphire akan mewawancarai kalian, dan beberapa pertanyaan akan
Sapphire luncurkan, tentu untuk satu-satu, dijawab yaaa
Len, Gakupo & Kaito: OK!
Sapphire: Untuk Gakupo dulu selaku yang paling tua disini, gimana kesannya
berduet dengan Kaito, secara hampir semua lagu VanaN'Ice itu, selalu duet
dengan Kaito?
Gakupo: Yah, sebenarnya agak sedikit mau protes juga. Suaranya Kaito kurang
kedengaran, walaupun begitu, cukup puas karena yang lain pada suka.
Sapphire: Lagi, di Haitoku no Kioku ini, Gakupo sama Kaito jadi 'cowok' yang
ditinggalkan Len, gimana kesannya? Melihat liriknya juga sedih semua.
Gakupo: Iya sih, walau sebenarnya pas dinyanyiin sedih juga, tapi namanya juga
kerja, mau gimana lagi? Lumayanlah bisa duet sama Kaito dan Len disini. Tapi
jujur dari semua lagu, lagu ini sama Setsugetsuka yang paling saya suka.
Sapphire: Mentang-mentang ngambil bagian terbanyak ==" Ya sudah, terima
kasih Gakupooo! Sekarang ke Kaito! Tapi lebih keren Kyte yah. ^^ Jadi inget
Kyle di Story of Evil
Kaito: Kenapa namanya bisa mirip begitu ya? Sehati =="
Len: Nasibmu nak.. Namaku saja kagak ada bedanya sedikit pun =="
Sapphire: Len jangan ikutan dulu! #nendang Len
Kaito, gimana kesanmu terhadap lagu ini? Kamu juga berduet dengan Gakupo, apa
kesanmu?
Kaito: Yah, Gakupo-san memang suaranya lebih 'dewasa' sehingga suaraku kalah
==" Tapi, seru juga. Lagu Haitoku itu lagu yang cukup berkesan. Saya suka
karena di lagu ini, yang terakhir kalinya, saya bisa melihat Len dengan pakaian
cewek yang imut, dan seksi pula.
Len: Awas kau KAITO!!!
Sapphire: Lalu, Kaito, kamu kan juga se-'part' dengan Gakupo, selalu
menyanyikan lirik yang cukup menyedihkan, apa kesannya?
Kaito: Sedih pasti, cuma kasihan sama Len, jarang sekali bagiannya =="
Yah, begitulah, rasanya setiap lirik selalu sedih dan intinya memperebutkan si
nona Len saja.
Len: GRRRRR!!!
Sapphire: IHHH! LEN JANGAN KELUAR DULU! #nendang Len lagi
Ok, tadi Gakupo bilang dia paling suka Haitoku dan Setsugetsuka, gimana Kaito,
suka lagu apa dalam 6 lagu VanaN'Ice yang ada PV-nya?
Kaito: Umm. Mungkin Imitation Black dan Arrest Rose.
Sapphire: Oh, thanks ya! Sekarang kita ke tokoh yang paling cantik kita,
LENNNN!!
Len: Len itu cowoooooooook!!!
Sapphire: Abis, Len marah-marah mulu, terus Len juga pantes kok jadi cewek.
Len: ==" Hiks hiks..
Sapphire: Sekarang, jawab pertanyaan saya ya!
Len: oke
Len: Hah?? I’m sexy??????
Sapphire: Dari 6 lagu utama VanaN'Ice, suka lagu apa?
Len: Suka ya..? Hmm.. Hampir semua Len suka tapi mungkin yang paling mendominan
itu Fate: Rebirth, Imitation Black sama Haitoku no Kioku.
Sapphire: Iyalah, karena yang paling cantik di 3 video itu.
Len: HEI!
Sapphire: Sekarang buat 3-3-nya, tentang album Last Color yang merupakan album
mayor pertama dan terakhir VanaN'Ice, Haitoku no Kioku ada di track nomor 4,
apa pendapat kalian?
Kaito: Harusnya di nomor terakhir!! Kan dirilis sebagai single yang terakhir!!!
Gakupo: Harusnya sih yang terakhir!
Len: LEN MAUNYA YANG TERAKHIRRRR!!! X((((
Sapphire: Ok, frasa dari lirik lagu di Haitoku no Kioku yang berkesan buat
kalian! Harus part kalian masing-masing!!
Kaito: Hmm.. Mungkin.. Err... Mikir dulu..
Yuki: Ok, Gakupo dulu
Gakupo: Kodoku oshitsubusare
kurutte shimai sou, yah yang ini
Len: Yah.. Bagian ane sendiri lah,
Nando demo
anata no namae yobu kara
Omoidashite hoshikute koe karete mo
Oke karena nunggu Kaito lama banget, jadi kita akhiri dulu wawancara
kita kali ini!
Makasih semuanya udah ngikutin Sapphire wawancara! See you next time! #Bye bye
***FIN***